Pembuktian Cinta Kepada Sang Maha Cinta
Kehidupan
itu pada sejatinya adalah perjalanan dari Allah menuju Allah, akan
tetapi banyak sekali diantara manusia yang hidup tanpa kesadaran itu,
mereka terus berjalan bahkan berlari tanpa tahu sebenar-benarnya tujuan. Dan pada akhirnya mudah sekali merasa hampa,lelah, bosan dan
juga tak bermakna dalam berkehidupan didunia ini. Terlena oleh
keriuhan diluar sana, tanpa punya waktu untuk menjeda diri dan
bertanya pada lubuk hati yang terdalam.
Apakah kamu bahagia? Apakah
kamu tahu tujuan mu akan kemana? Apakah kamu siap untuk menghadap
Sang Pencipta mu? Apa yang akan kamu persembahkan untuk Tuhan mu
kelak ketika kau berhadapan dengan Nya?
Pernahkah
kamu bertanya dalam diri; sudah sejauh manakah perjuanganmu, untuk membuktikan
rasa cintamu kepada Tuhan yang sudah begitu banyak melimpahkan Rahmat
Nya kepadamu, yang menciptamu, memenuhi segala kebutuhanmu, menolongmu disaat
kamu susah dan meng-anugrahi rasa bahagia yang kau rasakan dalam
hatimu. Apakah kau pernah terus bertanya kepada dirimu, Apa yang akan kau
persembahkan untuk Nya? Ataukah penyeselan yang akan hadir di titik
akhir nanti ketika kamu menghadap Sang Pencipta. Penyesalan yang
teramat dalam jika murka Nya sampai kepadamu. Naudzubillah.
Dan jika
Allah mencintaimu, maka tidak ada seorangpun yang bisa mencintaimu
melebihi-Nya. Jika Allah berkehendak memberimu, maka tidak akan ada
seorang pun yang bisa lebih pemurah melebihi Nya. Dan jika Dia murka
kepadamu, maka tidak ada seorang pun yang mampu menyelamatkanmu
dari-Nya. Maka adakah yang bisa berguna bagimu selain selain
Allah?
Sungguh
kesempatan hidup ini terlalu berharga jika kamu jalani seadanya, jika
kamu berjalan di bumi milik-Nya dengan segala maksiat, kelalaian yang kamu
kerjakan sepanjang waktu, tapi ketika kamu mendatangi-Nya dengan
perasaan yang penuh rasa bersalah Dia akan langsung memaafkanmu,mendekapmu.
Bukankah indah, Allah bisa saja memanggil jiwamu kembali kepada Nya
kapan saja, tetapi masih memberimu kesempatan lain untuk berubah. Dia
memang benar-benar Sang Maha Pemaaf, Dia membuka maaf selebar mungkin
walau mampu menggantikanmu dengan hamba lain. Disaat engkau hanya
salah satu, Dia memperlakukan seolah hamba Nya cuma satu. Maha Adil
Allah Sang Pengasih kepada hamba Nya yang masih sering berbuat berbuat salah, bahkan kesalahan yang terus berulang.
Teringat
pada hadits Qudsi yang sangat menyentuh jiwa, Rasulullah
menyampaikan dari Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu ia berkata, “Aku
mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
‘Allâh Azza wa Jalla berfirman, ‘Hai anak Adam! Sesungguhnya
selama engkau berdo’a dan berharap hanya kepada-Ku, niscaya Aku
mengampuni dosa-dosa yang telah engkau lakukan dan Aku tidak peduli.
Wahai anak Adam ! Seandainya dosa-dosamu setinggi langit, kemudian
engkau minta ampunan kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu dan Aku
tidak peduli. Wahai anak Adam ! Jika engkau datang kepadaku dengan
membawa dosa-dosa yang hampir memenuhi bumi kemudian engkau bertemu
dengan-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun,
niscaya Aku datang kepadamu dengan memberikan ampunan sepenuh bumi.” [HR. at-Tirmidzi, dan beliau berkata: Hadits ini hasan shahih].
Begitu Maha Baik Allah yang mencintai hamba Nya walau seorang hamba terus dilumuri oleh dosa. Sesungguhnya perbuatan dosa itu hanya membuat diri manusia itu merugi, jangan sampai melampaui batas. Kembalilah, Dia akan mengampuni dan mendekapmu kembali ketika kamu mau kembali kepada Nya. Bahkan termaktub dalam kalam Nya, Sang Pencipta berfirman dengan sangat indah agar kamu selalu optimis dalam mengharapkan ampunan Nya
Wahai hamba-hamba-Ku yang malampaui
batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari
rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.
Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS Az Zumar : 53)
Jika salah perbaiki, jika gagal coba lagi Tapi jika kamu menyerah semua akan selesai. Pejuang istiqomah untuk menjadi sebenar-benarnya hamba yang patuh pada Tuhannya, bukanlah suatu perkara yang mudah. Begitupun perjuangan pembuktian cinta butuh dengan perjuangan. Demikian perjalanan menuju puncak hati, mendamba cinta Nya. Rasa letih yang sudah dipastikan akan selalu menghampiri diri dalam sebuah pembuktian rasa,bersabarlah karena suatu saat akan berubah menjadi kenikmatan manisnya iman dan kedamaian hati, ketika kamu sudah berhasil memposisikan Allah dan Rasul Nya menjadi garda terdepan dalam puncak cinta yang selalu didambakan olehmu, bahkan melebihi cintamu pada dirimu sendiri. Sungguh indah jika bisa membuktikan rasa cinta itu. Impian yang sangat indah ketika Sang Maha Cinta mencintaimu, teruslah berjuang dalam membuktikan rasa itu.
Yakinlah dengan tiga perkara:
- Tiada yang lebih sayang kepadamu selain Allah.
- Tiada yang paling mengetahui kegundahanmu selain Allah
- Tiada yang berupayamenghilangkan kesulitan mu selain Allah.
Karena parameter kesuksesan adalah ketika kamu mampu menjaga Allah dalam hatimu dan mampu menjaga Allah dalam setiap proses langkah hidupmu. Janganlah berputus asa dan jangan berputus rasa.
Komentar
Posting Komentar